Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Showing posts with label homestay. Show all posts
Showing posts with label homestay. Show all posts

Thursday, July 14, 2016

Top Ten Airlines of 2016


Wow! Top Ten Airlines of 2016

Alhamdulillah dari 10 maskapai penerbangan international yang skytrax pilih, Desy sudah pernah merasakan terbang dengan 4 maskapai tersebut.

Diantaranya Emirates, Qatar Airways, Turkish Airlines, dan Lufthansa.
Mau cerita sedikit sekalian mereview 4 maskapai tersebut.

1. Emirates

Penerbangan panjang dari Vienna menuju Dubai (transit) lanjut Dubai ke Jakarta dengan maskapai ini super duper banyak syukurnya. Semuanya plus plus deh. Bingung nilainya, karena bagus banget! Nggak salah sky trax menobatkan Emirates di urutan pertama. Cabin crew ramah, baik, makanan halal dengan menu yang enak semua (bingung pilih yang mana). Entertainment pilihannya juga banyak. Film dan musik dari seluruh dunia, berbagai genre, pokoknya puas. Jadi lama di udara nggak bosen deh. Kelas ekonomi aja udah enaknya kebangetan, apalagi bisnis ya, mantap pasti. Toilet juga bersih. Harga tiket emang nggak bohong deh, mahal but worth it! Untung waktu itu tiketnya bayar fifty-fifty sama Host Father di Austria. Alhamdulillah.

2. Qatar Airways

Pertama kali terbang ke Eropa, ke Jerman, naik maskapai ini. Jakarta ke Doha (transit) pas naik langsung norak, speechles karena pesawatnya gede banget. Sebelumnya naik pesawat mini semua, sempit. Karena sedih ninggalin Jakarta (halah) makan nggak nafsu. Padahal ditawarin makan terus sama mba pramugrarinya. Menunya juga Europe banget. Salmonnya enak sih, tapi nyesel ga ngabisin pas udah nyampe Jerman. Hahaha
Pelayanan semua oke, tapi ya itu nggak nikmatin banget perjalanannya, masih sesenggukan pergi ke Eropa sendirian, macam anak hilang.

3. Turkish Airlines

Nggak pernah terbesit akan naik maskapai no.1 nya milik Turki. Niat ke Istanbul sudah ada, tapi ga lirik-lirik maskapai ini. Sampai pada suatu hari bilang ke host family mau izin ambil liburan summer/winter ke Istanbul. Pas summer cek tiket, harganya ga bersahabat, padahal bukan maskapai ini. Allah memang baiiikkkkk banget! Alhamdulillah pas winter, pertengahan Desember, Desy dipanggil Host Mother and Father. Kirain ga diijinin liburan. Padahal niat  banget malamnya mau booking tiket Pegasus (maskapai Turki yang low budget). Eh, abis makan siang, mereka (host mom and father) kasih hadiah tiket Pp Vienna-Istanbul-Vienna sebagai kado Natal plus ulang tahun Desy yang jatuh pada akhir Desember.

Allahu Robbi, sungguh besar kasih sayangMu pada Desy. Itu hadiah yang  tidak disangka-sangka. Seneeeenggg banget! Siapa sih yang nggak mau  tiket gratis liburan? Semuanya pasti mau,  kan?
Turkish Airlines bagus. Welcome drink dapat cemilan khas Turki (Baklava). Enak!
Menu makanan ada dua pilihan. Menu minumnya, banyak! 
Di maskapai ini rata-rata pramugara (saat penerbangan Vienna-Istanbul Sabiha), ini mah bersyukur banget jadi cewek (cuci mata di udara) hahaha

Penerbangan Istanbul Atarturk ke Vienna, ini tambah nggak nyangka, tiket ekonomi kenapa dapat seat-nya di Business Class. Double lucky me! Tempat duduk super lega, bisa tiduran (sayang penerbangan cuma dua jam). Walaupun kena turbulensi sedikit, sempat deg-degan. Tapi alhamdulillah selamat sampai Vienna dan pastinya delay karena emang cuaca buruk banget. Pokoknya pengalaman yang  ga akan terlupakan banget deh.

4. Lufthansa

Maskapai milik Jerman ini, menerbangkan saya dari Doha menuju Frankfurt setelah penerbangan Jakarta ke Doha. Pertama kali naik ini, langsung celingak celinguk. Semua pada ngomong bahasa Jerman. Roaming! Dengan bahasa Jerman pas-pasan, langsung deh, beranikan diri tanya sesuatu ke Bapak yang duduk di bangku sebelah. Makanan khas Jerman. Kalau nggak salah pas sarapan ada tuh salami (daging ham yang disajikan dengan roti biasanya daging b**i). Pastinya nggak Desy pilih, hehehe

Karena rada ngantuk plus jetlag, nggak terlalu menikmati makanan sama perjalanannya sih. Kebanyakan tidur sama dengerin musik aja selama di pesawat.

Anyway, sky trax memang nggak salah pilih untuk penilaian ini. Semua maskapai yang disebutkan mewujudkan performa yang baik. Nggak nyesel deh, naik maskapai tersebut. Jadi harga mahal nggak akan nyesel karena semua terbayarkan.

Last, congratulations for Emirates (Best Airlines 2016)!!!

Dan, selamat mencoba naik 10 maskapai ini ya. Happy Traveling!



Sunday, January 3, 2016

#2015BestNine



Kamu punya akun sosial media Instagram? Akhir tahun 2015 pengguna Instagram tengah ramai dengan memposting sebuah foto yang terdiri dari 9 foto menjadi satu frame. Kolase 9 foto dalam satu frame ini merupakan foto terbaik sepanjang tahun 2015 dengan banyaknya likes foto yang sudah diupload di Instagram. 

Saya sendiri punya akun Instagram @desynstagram (follow ya). Dan sedikit ingin berbagi cerita 9 hal yang sudah saya dapatkan di tahun 2015 lalu serta benar-benar tidak akan saya lupakan. Semoga menjadi motivasi bagi teman-teman, bahwa mimpi itu akan bisa terwujud jika ada kemauan yang keras untuk mencapainya dan doa yang tulus. InsyaAllah mimpi-mimpi itu akan terwujud.

So, this is #2015BestNineMoment my own version.

1. Homestay di Austria selama setahun dengan keluarga asing. Awalnya ingin segera pulang ke tanah air. Tapi saat itu saya ingin tetap berada di Eropa. Dengan basmallah, saya tetapkan hati untuk lanjut stay di Eropa.

2. Traveling ke Turki, walaupun hanya Istanbul, tapi saya patut bersyukur, mendapat tiket pesawat  pulang pergi Vienna-Istanbul gratis. Di Istanbul saya bertemu dengan orang-orang baik. Penginapan saya free karena numpang dengan teman yang baru saja saya kenal. Tempat tinggal mahasiswi Indonesia yang study di Istanbul menjadi tempat stay selama 3 hari 2 malam. Terima kasih Nabilah, Dida, Nabila, Aini, Dea dan Emel. Kalian sudah menjadi perantara Allah yang menemani saya serta Upi untuk melihat sisi terbaik kota Istanbul. Mimpi melihat Blue Mosque serta Hagia Sophia terbayarkan. Alhamdulillah.

3. Bermain salju dengan adik asuh. Awalnya ingin mencoba ski, tapi karena pemula harus didampingi. Saya hanya mencoba papan seluncur dengan tali lalu saya duduk dan meluncur dari atas hamparan salju. Wow, it's wonderful! 
Walaupun sudah dua tahun merasakan musim dingin dan melihat salju, tetap saja saya tak hentinya mengucap kekaguman padaMu. Salju benar-benar indah menawan, nggak akan bosan melihat dan main salju.

4. Buku hasil lomba menulis bersama saya terbit pertama kalinya berjudul Surat Untuk Penghuni Surga by Nulis Buku. Sekarang alhamdulillah sudah 8 buku diterbitkan dalam proyek bersama. 
#SuratUntukPenghuniSurga
#FacebookJembatanImpianku
#Perempuan-PerempuanAnggun
#HijrahKunciKesuksesan
#KisahAwalMenulis
#LetterofLove
#KataHati
#UdahAhJombloAja

5. Traveling alone to Bratislava via Vienna. Saya berangkat subuh dari rumah menuju Vienna dan lanjut bis ke Bratislava. Karena kecil, dalam sehari saya sudah berkeliling kotanya. Seru banget jalan sendiri macam anak hilang di tengah kota. But, it's adventure and I'm very like!

6. Like a dream, i saw frozen in the lake. It's really! Itu saya lihat langsung di Langbathsee, Austria. Jadi yang di film Frozen itu benar-benar nyata, lho.

7. Ini hal yang agak konyol. Saya bersama teman au pair berkunjung ke Allianz Arena, Munich Germany. Saat itu sedang ada pertandingan sepak bola klub Jerman. Saya selama di Jerman ke AA selalu tidak pernah bisa masuk stadion. Karena ada pertandingan dilarang masuk kecuali memiliki tiket. Kami dengan pedenya masuk dan alhasil ditegur security (malunyaaaa jangan dicontoh ya) tapi mereka tidak marah, hanya memberi tahu walupun pertandingan usai tetap blm bisa masuk, masih pembersihan.

8. Traveling to Innsbruck, Austria. Naik gunung bersalju menggunakan kereta. Sampai di atas melihat kota Innsbruck dari ketinggian. Sungai Inn yang terbentang dengan warna tosca indah dipandang. 

9. #KetikaJombloMencariCinta bisa terbit. Seneng banget #kumcerKJMC bisa ditangan pembaca. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat. Amiinnn

Itu #2015BestNineMoment versi Desy Alfiana. Semoga mendapat inspirasi dan bermanfaat untuk meraih mimpi di tahun-tahun berikutnya. Amiinnnn

Oh iya, yang mau tahu cara buat #2015BestNine Instagram, caranya mudah banget. Cukup buka situs ini 2015bestnine.com lalu ketik nama pada kolom “Instagram ID”. Situs akan memproses selama beberapa detik. Selanjutnya, kamu bisa melihat sembilan foto terbaikmu dalam satu kolase foto. Bisa langsung share ke akun Facebook atau Twittermu juga. 

Selamat mencoba.

Jakarta, 3 Januari 2016

Desy Alfiana
@desynstagram | Instagram
@desyoochun | Twitter
desyalfiana | Line ID

Saturday, May 31, 2014

Au-pair in Austria

sumber foto : www.calypsoverlag.de
Sebelumnya tak akan pernah menyangka bahwa pada akhirnya saya harus melalui perjalanan yang baru setahun ke depan. Setelah berhasil melalui halang rintang kehidupan baru di negara yang awalnya pun saya tak pernah menyangka. Jerman, telah mengukir sejarah dalam hidup saya. Setahun sudah saya menjalani aktivitas sehari-hari di negara tersebut. Alhamdulillah saya sangat bersyukur diberi kesempatan berharga itu. Rencana tahun lalu berubah setelah menjalani rutinitas di Jerman. Dalam pikiran dan hati masih belum seimbang. Kangen Indonesia? Pasti. Kangen Jakarta? Tentu, walaupun lihat berita banyak sekali yang mengeluh bertambah parahnya kemacetan disana. Kangen rumah? Banget. Semuanya terutama keluarga sangat saya rindukan. Tapi saat detik-detik terakhir akan meninggalkan Jerman, ada keinginan lain untuk tetap berada di Eropa. Alhasil, setelah meminta restu Mama dan tentunya Allah, saya mendapat jawaban. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menginjak tanah Eropa tahun ini. Jadi rasa rindu terhadap tanah airku Indonesia harus dibendung sejenak.

Saya pun akhirnya menggunakan jasa agen tak berbayar yang sangat terkenal bagi para aupair yang telah berpengalaman dengan situs ini atau pun yang masih berjuang mendapatkan host family. Yap, situs aupair world (www.aupairworld.net). Saya mendaftarkan diri kembali untuk mendapatkan host family di negara lain tentunya selain Jerman. Karena maksimum di suatu negara yang menerima program aupair yaitu hanya satu tahun. Saya berniat memperbaiki bahasa Jerman saya yang sangat-sangat buruk. Lho kok bisa? Kan sudah setahun di Jerman? Sayangnya waktu setahun di Jerman saya tidak memanfaatkan untuk belajar dengan baik bahasa Jerman. Sehari-hari menggunakan bahasa Inggris. Saya pun mendaftarkan data diri ke situs tersebut dan memilih negara Austria untuk tujuan homestay berikutnya. Dengan penuh keberanian, saya mencoba berkenalan dengan beberapa host family. Alhamdulillah ada satu yang ngerasa paling klop. Lalu kami pun bertukar kontak dan perlu di garis bawahi bahwa jika kita pernah aupair di Jerman apalagi kita masih stay di Jerman saat mencari host family baru di negara lain, maka lebih mudah untuk bertukar informasi. Mereka sang host family yang baru bisa langsung mengontak host family kita sebelumnya untuk bertanya tentang kepribadian kita selama di rumah.

Sedikit berbagi,  berikut berkas-berkas yang diperlukan sebagai pengajuan visa aupair di negara Austria. Memang agak berbeda dengan apply visa dari Indonesia (yang katanya berbagai sumber dari Indonesia itu lebih ribet lagi urus dokumennya).
Sumber foto: inventures.eu
negara Jerman, Austria 'sedikit' lebih tegas dan banyak persyaratan dokumen lain. Oh ya, ini persyaratan pengajuan visa langsung dari Jerman ke Austria ya, saya kurang paham jika teman-teman mengajukan permohonan visa ke kedutaan Austria di Indonesia. Dokumen yang diperlukan adalah :
  1. Polizeiliches Führungszeugnis, ini surat kelakuan baik dari polisi daerah setempat (kebetulan saya dari Jerman, jadi minta di kepolisian kota saya tinggal di Jerman). Biaya surat kelakuan baik dari kepolisian ini 13 Euro.
  2. Geburtsurkunde (certificate of birth), ini akta kelahiran yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Alhamdulillah saya dibantu calon host family saya waktu itu dalam hal ini. Tapi di Jerman ada jasa penerjemah dokumen dari bahasa Indonesia atau Inggris ke bahasa Jerman. Dan sang penerjemah asli orang Jerman yang mahir bahasa Indonesia lho. Biaya terjemahan ke sang penerjemah ini sekitar 40 Euro.  
  3. Foto diri kita yang ukurannya sesuai untuk pengajuan visa Austria. Saya datang ke foto studio dan langsung bilang mau foto untuk visa Austria. Maka petugas di studio pun sudah paham dengan ukuran foto visanya. 
  4. Paspor, ini harus bangetlah ya, dan setidaknya paspor kita masih berlaku.
  5. Visa schengen, ini visa selama tinggal di Jerman, kudu di bawa saat pengajuan visa.
  6. Au-pair Vertrag, surat kontrak au-pair. Ini calon host family langsung kirim, biasanya kita disuruh tanda tangan.
  7. Sertifikat bahasa Jerman minimal tingkat A1
  8. Krankenversicherung atau surat asuransi yang ini diurus oleh pihak calon host family ya.
  9. Surat pendaftaran diri ke AMS (Arbeitsmarktservice) yang nantinya surat ini di bawa saat pengajuan visa sebagai tanda bahwa kita terdaftar sebagai pekerja di Austria.  
  10. Uang sebesar 100 Euro untuk biaya visa.
Dokumen yang diperlukan kurang lebih seperti itu saat pengajuan visa di Austria. Proses visa sekitar dua minggu dan langsung visa Austria saya sudah selesai. Hanya saja saat itu saya hanya punya waktu sehari untuk izin pergi ke Austria dan untuk pengajuan visa saja (izin ini dari host family yang lama karena kontrak dengan host family lama belum berakhir). Maka visa Austria saya ambil ketika saya sekalian pindah ke rumah host family baru. Dan kebetulan dua hari terakhir kontrak saya sebagai aupair di keluarga lama, mereka mengizinkan saya untuk pindah ke rumah host family yang baru. Maka di tanggal terakhir masa visa saya di Jerman, saya sudah berada di Austria dan langsung mengambil visa saya yang baru. 




Mengapa saya memutuskan untuk kembali menjadi au-pair padahal banyak dari teman-teman saya yang menganjurkan saya ikutan program FSJ (Freiwilliges Soziales Jahr) atau sebagai sukarelawan tahunan di berbagai lembaga sosial yang bisa kita pilih mau dimana. Tapi kok saya masih suka sebagai aupair ya, karena suka banget sama anak-anak. Walaupun bisa juga kalau mau FSJ pilih di bagian anak-anak. Dan itu tadi, bahasa Jerman saya masih kurang banget, terutama dalam percakapan. Kalau FSJ saya belum mampu cas cis cus dalam bahasa Jerman dengan baik, nah kalau aupair kan bisa ngobrol-ngobrol ringan dengan keluarga dan anak-anaknya, hehehe
hee hee

Mungkin itu singkatnya mengenai persyaratan pengajuan visa ke Austria, dengan catatan jika sebelumnya tinggal di Jerman ya. Jika ada yang belum jelas, bisa tinggalkan pesan di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat teman...happywave


Salam dari Gmunden, Austria.

Sunday, May 19, 2013

Au-pair in Germany = Learn New Things in Germany

Hal baru.

Sesuatu yang baru pasti akan asing diawal. Seperti halnya perkenalan, diawal kita malu-malu untuk bertanya kepada orang yang baru kita temui. Tetapi setelah beberapa pertemuan, mungkin kita akan terbiasa karena sudah mengenal satu sama lain, berbincang-bincang agar lebih dekat. Setelah itu sudah semakin dekat kita tahu orang itu seperti apa, baik atau tidak. Begitu pula mempelajari hal baru dalam kehidupan yang pada awalnya juga asing.
Memang pelajaran kehidupan tiada habisnya. Selalu ada hal-hal baru yang mesti kita ketahui atau mungkin kita coba untuk kebaikan tentunya dan kita petik hikmah setelahnya. Lalu setelah kita petik hikmahnya maka kita akan berpikir begitulah ternyata hal baru itu. Sudah kita ketahui, coba dan rasakan, terakhir mengambil pelajaran dari hal baru tersebut.


Dan itu ternyata saya rasakan sekarang. Saya tak menyangka akhirnya bisa mempelajari banyak hal baru di negara ini. Mungkin banyak yang bertanya, "Ngapain Des ke Jerman? Lanjutin S2 ya? Kerja ya?," itu bagi yang belum mengetahui tujuan Desy ke Jerman. Lalu kalau yang sudah tahu, berbeda lagi pertanyaannya. "Au pair Des? Ngapain aja? Oh 'cuma jagain anak' doang, kayak baby sitter dong, atau ngapain bantu-bantu pekerjaan rumah tangga jauh-jauh ke Jerman, di Indonesia juga bisa". Banyak sekali yang penasaran mempelajari hal baru apa sih saya di Jerman?

Sunday, April 28, 2013

Jejak Langkah Menuju Impian

Saat saya menulis ini, tepat 1 bulan sudah saya merasakan aroma kesejukan tanah kelahiran Hitler dan menurut saya negara ini sangat disiplin yang membuat saya berdecak kagum. Yup, i'm in Germany. Dalam hati ini masih tak menyangka, akhirnya saya bisa di sini, makan, tidur, ibadah, bersosialisasi di negara ini. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya, inilah impian saya, tinggal di negara se-makmur dan maju ini hanya mimpi belaka tadinya. Tapi ternyata Allah memang Maha Agung, Maha SegalaNya, kita meminta, maka Allah akan mendengar doa kita dan menjawabnya. Insya Allah.


Berawal dari selembar kertas berisi gambaran bagaimana negara Jerman, ya saya mendapat brosur mengenai tempat kursus bahasa Jerman. Itu saya dapatkan ketika saya sedang kuliah di Jatinangor, Bandung. Saya sangat tertarik dengan program homestay atau kita bisa tinggal di Jerman dengan orang Jerman langsung. Lalu saya mengikuti kursus bahasa Jerman itu. Setelah mengikuti kursus, ternyata untuk bisa ke Jerman dengan program homestay, saya harus mengikuti ujian tingkat dasar bahasa Jerman. Setelah lulus kuliah pada Mei 2012 lalu, saya bertekad tahun itu juga saya harus bisa homestay. Tetapi saya harus sedikit bersabar, karena itu bukan hal yang mudah. Banyak yang harus dipikirkan lebih matang. Terutama uang untuk tiket pesawat ke negara tersebut. Belum lagi untuk visa serta biaya ujian yang terbilang cukup lumayan.


Pada Agustus 2012, saya melakukan ujian tingkat A1 di Goethe Institut Jakarta. Alhamdulillah saya lulus dengan rasa dag dig dug yang bercampur aduk karena takut sekali tidak lulus. Setelah lulus, saya mulai mengumpulkan uang untuk kesana. Sambil mencari keluarga asuh yang bisa menampung saya di Jerman. Sampai pada saat bulan Desember 2012 saya mendapat kabar dari seorang teman sekaligus dialah yang membantu saya. Ya, dia kak Mawaddah yang akan saya gantikan jejaknya di Jerman dengan keluarga asuh yang sama. Karena bulan Maret dia harus balik ke Indonesia.