Punya wajah cantik? Cantik yang seperti apa sih, versimu? Dian Sastro cantik, dong? Atau Oki Setiana Dewi, gimana? Tidak hanya pria yang bilang mereka cantik, mungkin banyak wanita yang setuju kalau mereka memiliki paras yang cantik.
Cantik itu secara teori lahir dari persepsi manusia. Dari contoh pertanyaan di atas, persepsi cantik diartikan dengan keindahan paras serta kesempurnaan fisik yang ideal. Itu berarti apa yang dilihat dari luar (penampilan luar) pada diri seseorang. Siapa sih yang tidak mau punya wajah cantik? Atau memiliki tubuh yang bagus layaknya seorang model.
![]() |
Ilustrasi from (www.yusrihkombi.blogspot.com) |
Cantik itu bersifat relatif. Pandangan orang itu tidak selamanya melihat cantik hanya dari fisik semata. Kesempurnaan fisik yang diberikan Allah itu memang anugerah dan tentunya patut disyukuri. Lalu apakah hanya wanita berparas cantik yang boleh mendapatkan cinta? Apakah pria hanya melihat sebatas dari kecantikan wanita? Tidak. Buktinya pria yang nakal pun berharap memiliki istri yang baik. Mengapa ingin yang baik? Karena fisik itu tiada artinya dibandingkan dengan kepribadian serta hati yang ‘cantik’. Rupa yang cantik, fisik yang menawan akan pudar. Tapi kalau kepribadian dan hati yang ‘cantik’? Insya Allah bertahan.
Dunia bisa berubah dan kecantikan bisa menipu, tetapi mata dan hati yang tulus tidak akan salah melihat. Kecantikan yang lahir dari hati akan tercermin dari sikap serta perilaku yang tidak akan memudar. Tanpa harus mengumbar kecantikan fisik, ‘kecantikan’ akhlak akan terpancar dari nilai kebaikan yang dilakukan. Banyak yang cantik tapi tak berhati baik. Banyak yang berhati baik bukan berarti tak cantik. Pribadi serta hati yang ‘cantik’ menjadi aset dalam jiwa yang sangat berharga dibandingkan dengan kesempurnaan fisik semata.