Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Friday, September 19, 2014

20 Facts About Me

Minggu ini lagi rame banget yang upload foto diri di akun Instagram dan menceritakan 20 fakta tentang diri si pemilik akun Instagramnya. Gue mau beda, mau dituangkan di blog pribadi gue aja, soalnya panjang juga kayak nulis diary, hahaha laughing

So, this is 20 facts about me! search me

Mezquita, Cordoba, Spain 2014 (dok. pribadi)
  1. Desy Alfiana. Dulu mama bilang mau di kasih nama Dina, tapi nggak jadi, katanya lebih bagus Desy. Hahaha wave
  2. Waktu umur 5 tahun, subuh-subuh udah rapih lengkap pakai seragam TK, semangat banget mau sekolah. 
  3. Anak tunggal yang suka banget warna biru, angka tujuh, bulan Desember.
  4. Pernah kesiram air panas (untung cuma siku tangan, nggak seluruh badan) waktu mandi di bak kecil di kamar mandi rumah, mama nggak sengaja tuang airnya terlalu panas ternyata, baru mendidih booo...  crying Langsung mama bawa ke dokter, di dokter nangis tak terkira, dokter sampe nggak tahu harus ngapain, kayak orang kesurupan soalnya... Eh cuma di kasih salep... hahaha 
  5. Dari Sd sampai Smk berprestasi, hahaha pede bener yak... (ini penilaian para tetangga dan para guru, hahaha) Jaman kuliah juga sih... (nambah Pede, wkwkwkwk) batting eyelashes
  6. Pulang sekolah pas SD, harus lanjut sekolah Madrasah Diniyah selama 4 tahun, alhamdulillah lulus dengan baik.
  7. Amigos x Siempre bener-bener tontonan favorit jaman SD, sampai telat ke sekolah madrasah dan pernah bolos juga, hahaha, terus di SD main cinta-cintaan kayak pemeran amigos, hahaha tv

Saturday, July 19, 2014

Jalan-jalan Murah ke Pulau Tidung


Selamat Datang di Pulau Tidung

Pulau Tidung? Di mana tuh? Kedengarannya menarik yah, dari segi nama pulaunya. Yap, akhir-akhir ini nama pulau tersebut sudah tidak asing lagi. Khususnya bagi penggemar wisata bahari di Indonesia. Wah, ternyata ini di Indonesia lho dan tepatnya di ibukota negara kita sendiri. Bukan di Lombok, di Bali atau yang lain, tetapi di Jakarta. Wah wah, kok di Jakarta dengan kota yang padat, bisa ada pulau dengan wisata baharinya ya? thinking


Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Pulau ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.

Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat. Pulau ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam setengah perjalanan dari Muara Angke atau Ancol dengan kapal penumpang.

Tuesday, July 15, 2014

Ramadhan kedua di Eropa

Ramadhan Mubarak ...

Alhamdulillah masih di beri kesempatan oleh Allah merasakan nikmatnya beribadah di bulan penuh rahmat dan keberkahan ini, Ramadhan 1435 H. Dan untuk kedua kalinya saya menjalani ibadah bulan Ramadhan di tanah Eropa. Tahun lalu saya berada di Jerman, berpuasa selama kurang lebih 18 jam dan untuk tahun ini sedikit berbeda. Mengapa berbeda? 

Awal Ramadhan yang jatuh pada hari Ahad, 29 Juni 2014, saya mengikuti kebijakan dari Islamisches Zentrum Wien (Pusat Islam di Vienna) yang menetapkan 1 Ramadhan pada tanggal 29 Juni 2014. Kebetulan ternyata di Indonesia pemerintah menetapkan di tanggal yang sama. Dan tepat hari itu saya akan berangkat menuju Pulau Patmos di Greece (Yunani). 

Selama dua minggu saya berada di Pulau Patmos dan harus menjalankan ibadah puasa. Namanya juga di pulau, pantai pasti tujuan utama para pelancong. Alhamdulillah memang kalau sudah niat, puasa berjalan dengan lancar. Dan sedikit berbeda dengan di Jerman maupun di Austria. Waktu puasa di Yunani sedikit lebih cepat dibandingkan dengan dua negara tersebut. Di Pulau Patmos, saya berpuasa dari jam empat pagi hingga setengah sembilan malam. Hmmm, kurang lebih 16 jam saya berpuasa dan saya hampir tiap harinya berenang di pantai, hehehe.

Godaan puasa kala itu banyak sekali, di teriknya matahari yang di mana-mana orang bebas minum dan makan, sedangkan saya harus berpuasa. Keluarga asuh saya serta keluarga besar dari mereka sangat menghormati saya yang berpuasa. Saya bersyukur dapat mengenal mereka. Walaupun mereka bukan beragama Islam, tetapi toleransi mereka sangat tinggi. Bahkan mereka rela menunggu saya dengan menunda makan malamnya hingga saya berbuka puasa dan kami pun makan malam bersama. Saya sangat tersentuh dengan toleransi mereka. Semoga mereka mendapat hidayah untuk memeluk agama Allah SWT. Aminn... 

Bagaimana dengan puasa mu kawan? Berjalan dengan lancar? Semoga lancar serta tetap semangat ibadah yang tak putus-putus di bulan penuh keberkahan ini. Tidak hanya menahan haus dan lapar, tilawah Qur'an, membaca buku Islami, berbuat baik, sedekah dan apa saja hal yang membuat diri dekat dengan Allah. 

Di pertengahan Ramadhan ini saya kembali ke Austria dan menjalankan ibadah puasa di sini. Di Austria waktu berpuasa kurang lebih sekitar 17 jam. Dan saya menjalani ibadah bulan Ramadhan dalam kesendirian tanpa keluarga di Indonesia. Saya sudah merasakan nikmatnya sahur dan berbuka sendiri tanpa hiburan acara televisi layaknya di Indonesia siaran untuk sahur serta berbuka yang beraneka ragam. Tarawih sendiri di rumah karena masjid di sini jauh dan sangat malam waktu isya yang tidak memungkinkan sekali untuk berjamaah di masjid. Hanya yang saya senangi di sini adalah tidak ada yang menjual aneka ragam makanan takjil untuk berbuka puasa. Karena jika di Indonesia sudah ramai sekali dan banyak keinginan makan ini makan itu. Di sini puasa tidak puasa juga tidak ada tukang jualan keliling kampung, hehehe. 

So, alhamdulillah saya senang berpuasa di Eropa banyak pengalaman yang saya dapatkan. Dan beruntung lah menjadi rakyat Indoenesia yang menetap di Indonesia. Waktu berpuasa tidak lama, dengan kata lain seimbang. Serta merasakan nikmatnya berkumpul bersama keluarga tercinta.

Salam Ramadhan. InshaAllah berkah Ramadhan tahun ini berlimpah ruah. Jangan lupa selalu doakan saudara sesama muslim yang sedang tertimpa musibah. Di Gaza, Palestina, Suriah, Mesir, Rohingya dan di mana pun umat Islam lainnya agar mereka selalu di lindungi oleh Allah SWT serta jika perang gugur dengan gelar syuhada. Aminn... 

Selamat menjalankan ibadah puasa.


Gmunden, Austria


Saturday, May 31, 2014

Au-pair in Austria

sumber foto : www.calypsoverlag.de
Sebelumnya tak akan pernah menyangka bahwa pada akhirnya saya harus melalui perjalanan yang baru setahun ke depan. Setelah berhasil melalui halang rintang kehidupan baru di negara yang awalnya pun saya tak pernah menyangka. Jerman, telah mengukir sejarah dalam hidup saya. Setahun sudah saya menjalani aktivitas sehari-hari di negara tersebut. Alhamdulillah saya sangat bersyukur diberi kesempatan berharga itu. Rencana tahun lalu berubah setelah menjalani rutinitas di Jerman. Dalam pikiran dan hati masih belum seimbang. Kangen Indonesia? Pasti. Kangen Jakarta? Tentu, walaupun lihat berita banyak sekali yang mengeluh bertambah parahnya kemacetan disana. Kangen rumah? Banget. Semuanya terutama keluarga sangat saya rindukan. Tapi saat detik-detik terakhir akan meninggalkan Jerman, ada keinginan lain untuk tetap berada di Eropa. Alhasil, setelah meminta restu Mama dan tentunya Allah, saya mendapat jawaban. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menginjak tanah Eropa tahun ini. Jadi rasa rindu terhadap tanah airku Indonesia harus dibendung sejenak.

Saya pun akhirnya menggunakan jasa agen tak berbayar yang sangat terkenal bagi para aupair yang telah berpengalaman dengan situs ini atau pun yang masih berjuang mendapatkan host family. Yap, situs aupair world (www.aupairworld.net). Saya mendaftarkan diri kembali untuk mendapatkan host family di negara lain tentunya selain Jerman. Karena maksimum di suatu negara yang menerima program aupair yaitu hanya satu tahun. Saya berniat memperbaiki bahasa Jerman saya yang sangat-sangat buruk. Lho kok bisa? Kan sudah setahun di Jerman? Sayangnya waktu setahun di Jerman saya tidak memanfaatkan untuk belajar dengan baik bahasa Jerman. Sehari-hari menggunakan bahasa Inggris. Saya pun mendaftarkan data diri ke situs tersebut dan memilih negara Austria untuk tujuan homestay berikutnya. Dengan penuh keberanian, saya mencoba berkenalan dengan beberapa host family. Alhamdulillah ada satu yang ngerasa paling klop. Lalu kami pun bertukar kontak dan perlu di garis bawahi bahwa jika kita pernah aupair di Jerman apalagi kita masih stay di Jerman saat mencari host family baru di negara lain, maka lebih mudah untuk bertukar informasi. Mereka sang host family yang baru bisa langsung mengontak host family kita sebelumnya untuk bertanya tentang kepribadian kita selama di rumah.

Sedikit berbagi,  berikut berkas-berkas yang diperlukan sebagai pengajuan visa aupair di negara Austria. Memang agak berbeda dengan apply visa dari Indonesia (yang katanya berbagai sumber dari Indonesia itu lebih ribet lagi urus dokumennya).
Sumber foto: inventures.eu
negara Jerman, Austria 'sedikit' lebih tegas dan banyak persyaratan dokumen lain. Oh ya, ini persyaratan pengajuan visa langsung dari Jerman ke Austria ya, saya kurang paham jika teman-teman mengajukan permohonan visa ke kedutaan Austria di Indonesia. Dokumen yang diperlukan adalah :
  1. Polizeiliches Führungszeugnis, ini surat kelakuan baik dari polisi daerah setempat (kebetulan saya dari Jerman, jadi minta di kepolisian kota saya tinggal di Jerman). Biaya surat kelakuan baik dari kepolisian ini 13 Euro.
  2. Geburtsurkunde (certificate of birth), ini akta kelahiran yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Alhamdulillah saya dibantu calon host family saya waktu itu dalam hal ini. Tapi di Jerman ada jasa penerjemah dokumen dari bahasa Indonesia atau Inggris ke bahasa Jerman. Dan sang penerjemah asli orang Jerman yang mahir bahasa Indonesia lho. Biaya terjemahan ke sang penerjemah ini sekitar 40 Euro.  
  3. Foto diri kita yang ukurannya sesuai untuk pengajuan visa Austria. Saya datang ke foto studio dan langsung bilang mau foto untuk visa Austria. Maka petugas di studio pun sudah paham dengan ukuran foto visanya. 
  4. Paspor, ini harus bangetlah ya, dan setidaknya paspor kita masih berlaku.
  5. Visa schengen, ini visa selama tinggal di Jerman, kudu di bawa saat pengajuan visa.
  6. Au-pair Vertrag, surat kontrak au-pair. Ini calon host family langsung kirim, biasanya kita disuruh tanda tangan.
  7. Sertifikat bahasa Jerman minimal tingkat A1
  8. Krankenversicherung atau surat asuransi yang ini diurus oleh pihak calon host family ya.
  9. Surat pendaftaran diri ke AMS (Arbeitsmarktservice) yang nantinya surat ini di bawa saat pengajuan visa sebagai tanda bahwa kita terdaftar sebagai pekerja di Austria.  
  10. Uang sebesar 100 Euro untuk biaya visa.
Dokumen yang diperlukan kurang lebih seperti itu saat pengajuan visa di Austria. Proses visa sekitar dua minggu dan langsung visa Austria saya sudah selesai. Hanya saja saat itu saya hanya punya waktu sehari untuk izin pergi ke Austria dan untuk pengajuan visa saja (izin ini dari host family yang lama karena kontrak dengan host family lama belum berakhir). Maka visa Austria saya ambil ketika saya sekalian pindah ke rumah host family baru. Dan kebetulan dua hari terakhir kontrak saya sebagai aupair di keluarga lama, mereka mengizinkan saya untuk pindah ke rumah host family yang baru. Maka di tanggal terakhir masa visa saya di Jerman, saya sudah berada di Austria dan langsung mengambil visa saya yang baru. 




Mengapa saya memutuskan untuk kembali menjadi au-pair padahal banyak dari teman-teman saya yang menganjurkan saya ikutan program FSJ (Freiwilliges Soziales Jahr) atau sebagai sukarelawan tahunan di berbagai lembaga sosial yang bisa kita pilih mau dimana. Tapi kok saya masih suka sebagai aupair ya, karena suka banget sama anak-anak. Walaupun bisa juga kalau mau FSJ pilih di bagian anak-anak. Dan itu tadi, bahasa Jerman saya masih kurang banget, terutama dalam percakapan. Kalau FSJ saya belum mampu cas cis cus dalam bahasa Jerman dengan baik, nah kalau aupair kan bisa ngobrol-ngobrol ringan dengan keluarga dan anak-anaknya, hehehe
hee hee

Mungkin itu singkatnya mengenai persyaratan pengajuan visa ke Austria, dengan catatan jika sebelumnya tinggal di Jerman ya. Jika ada yang belum jelas, bisa tinggalkan pesan di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat teman...happywave


Salam dari Gmunden, Austria.