Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Tuesday, March 4, 2014

Brugge, Venesia yang ada di Belgia

Stasiun Brugge, Belgia
Bermula dari keisengan semata mencari tiket murah, setelah uang terkuras untuk berkeliling kota Aachen, Berlin dan Paris, duit pun menipis. Apa daya, awalnya hanya ingin mengunjungi kota-kota di NRW, seperti Duisburg, Cologne dan Dusseldorf. Sepulang dari jalan-jalan di kota Paris, badan langsung minta haknya untuk istirahat. Akhirnya seharian di kosan teman tepatnya di Aachen, lalu malamnya dengan teman iseng berburu tiket kereta murah. Nggak disangka bagai mendapat rejeki yang datang secara tiba-tiba, ada tiket semurah-murahnya ke Brugge, Belgia dari Aachen untuk esok hari. Wow, mata langsung melotot, langsung booking tiket juga, dan agak sedikit ribet karena pembayaran harus dengan kartu kredit. Saya dan teman nggak punya kartu kredit, tapi memang sudah rejeki nggak akan kemana. Inget ada kakak senior di sini punya kartu kredit, langsung deh saya telepon saat itu juga. Yuhuuuu, tiket kereta Aachen-Brugge pulang pergi hanya dengan 15 Euro saja. hi..hi..hi

Karena uang benar-benar sudah diambang kerapuhan, maka saya dan teman memutuskan untuk membawa bekal untuk di perjalanan dan sampai di sana nanti. Kebetulan kami hanya beberapa jam disana, mengingat kota Brugge juga tidak seberapa besar. Maka hanya satu hari sudah cukup untuk berkeliling di kota ini. Kereta dari Aachen Hauftbahnhof pukul 11 siang dan sampai Brugge pukul 13. Perjalanan menggunakan kereta ini sekitar tiga jam dan sempat transit di stasiun Liege, Belgia. 

Di tengah keramaian The Markt

Friday, February 7, 2014

20 Fakta Unik Seputar Jerman

Selama hampir satu tahun lamanya saya tinggal di Jerman, negara maju yang penuh berbagai macam teknologi serta kedisiplinan yang teratur. Maka saya berniat berbagi pengalaman apa yang saya alami dan saya lihat langsung selama saya berada di negara ini. So, check this out. 

  1. Pertama kali mendarat di Jerman, saya tiba di bandara Internasional Frankfurt Am Main. Waktu itu kesan pertama melihat bandara ini cukup mengagumkan. Jauh beda banget sama bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Secara ini negara maju ya, yang mengagumkan itu pastinya selain bandaranya yang guedeeeeee banget, bandara ini juga sangat teratur dan nggak ribet mau cari pintu terminal berapa trus akses keluarnya yang cukup mudah untuk menemui stasiun kereta. hebat
  2. Jalan raya yang cukup teratur. Selama hampir satu tahun tinggal di sini saya nggak pernah mengalami macet total yang mengharuskan saya turun dari bis lalu jalan kaki (di Jakarta begitu soalnya sedih). Itu sama sekali nggak terjadi di sini. Semacet-macetnya kota besar pun tidak separah macetnya ibu kota Jakarta tempat di mana saya dibesarkan itu. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan ya, tetapi hanya perbandingan dan itu sangat jauh beda. Masih tetap cinta kok sama Jakarta, hehehe. damaidamaidamai
  3. Selama mengendarai mobil di jalan raya Jerman terutama di jalan protokol yang menghubungkan satu kota dengan kota lainnya, layaknya jalan tol di Jakarta. Mulus, bersih, tidak berlubang, walaupun sering ada perbaikan jalan yang mengharuskan pengemudi mobil pindah jalur lain, tetapi di buat sangat teratur. Dan jika kecepatan pengendara tidak sesuai dengan peraturan yang ada di badan jalan, maka pengendara ini bisa mendapat jepretan kamera lho. Wah, bisa narsis dong, iya bisa, tapi nanti bisa kena teguran atau pun denda, karena melanggar kecepatan jarak tempuh yang tidak sesuai dengan peraturan di badan jalan. 
  4. Seminggu berada di Jerman, saya langsung menghapal tempat-tempat sampah yang berbeda-beda jenisnya. Nah, di sini banyak macam tong sampah. Warna biru untuk kertas, warna coklat untuk sampah yang bisa di daur ulang, warna kuning untuk kemasan, seperti plastik, serta warna hitam untuk sampah dari sisa dapur. Banyak kan? 
    tong sampah depan rumah
  5. Makanan murah tapi juga mengenyangkan perut, apalagi untuk ukuran dompet mahasiswa mahasiswi Indonesia, Doner Kebab jawabannya. Kalau kebab di Indonesia tuh tipis dan isinya yang sedikit, beda banget sama di Jerman. Di Jerman, Doner Kebab favorit banget, harga murah terjangkau plus porsinya yang gede, bisa kenyang seharian. Rotinya aja gede, belum lagi isi dalemnya yang hampir meluap saking banyaknya. Enak banget deh Doner Kebab. ngilerngilerngiler

Friday, January 31, 2014

Maaf, kata yang memiliki segudang makna

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya saling berinteraksi satu dengan lainnya. Dalam interaksi tersebut, manusia di balik kesempurnaannya sebagai makhluk Allah, masih banyak juga kelemahan yang dimiliki. Salah satunya berbuat kesalahan, baik itu disengaja maupun tidak. Dari segala kesalahan yang kita perbuat, terkadang ada orang yang merasa terluka di hatinya jika kita berbuat salah dengannya. Ini dapat berdampak buruk walaupun hanya sebatas kesalahan kecil, tetapi bisa membuat jarak besar dalam hubungan antar personal. Lalu sudahkah kita melakukan permintaan maaf atas apa yang telah kita perbuat? Atau menyadari kesalahan yang kita perbuat dan segera introspeksi diri ini? Apakah maaf terbesit dari hati kita sendiri? Mengapa kata maaf itu sulit sekali untuk diucapkan? Mari tanyakan di hati kita masing-masing sebagai bahan renungan. 

Terkadang, rasa bersalah yang menyelimuti diri membuat hati ini merasa tidak tenang. Ada sesuatu yang mengganjal. Jika kita sakit, maka penawar rasa sakit itu biasanya dengan minum obat. Begitu pun dengan kesalahan, maaf adalah obat yang mujarab untuk meredam suatu permasalahan. Asalkan memang kata maaf itu terucapkan dengan rasa hati yang ikhlas. Tetapi kadang begitu sulit maaf itu terucapkan. Kita merasa malu atau gengsi untuk mengatakan maaf lebih dulu. Walaupun sulit, baiknya harus mencoba melatih diri serta membiasakan untuk memulai hal ini dengan bersikap rendah hati. Ingat rendah hati, bukan rendah diri. Setelah terbiasa dengan rendah hati ini, maka kata maaf sangat mudah terucapkan. Insya Allah.

Lalu, pikirkan kembali apa yang telah kita perbuat. Introspeksi diri merupakan hal yang baik untuk mengetahui kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Ketika kita sudah merasakan adanya kesalahan dalam diri kita, maka dengan mudah kata maaf akan terucap. Diri ini seakan harus meminta maaf kepada orang-orang terdekat. Inisiatif itu muncul dengan sendirinya. Beberapa hari yang lalu, tidak tahu apa yang saya pikirkan. Tetapi, dalam diri ini merasa ada yang mengganjal. Lalu terbesit apa salahnya jika saya mengucapkan maaf. Pastinya ada rasa salah yang saya perbuat dengan teman-teman saya. Tho kata ini gratis diucapkan dan apa yang saya rasakan ketika kata itu terucap? Hati ini berkata salah satu bebanmu telang hilang atas ucapan maafmu itu. Masya Allah, indah sekali bukan? Selebihnya, tergantung dari sang pemberi maaf apakah mau memaafkan atau tidak. Namun, bagaimana pun respon orang tersebut nantinya, kita tidak boleh takut dan menunda-nunda untuk meminta maaf. 

Kata maaf dikalangan umat muslim terutama di Indonesia, biasanya identik dengan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Saat saya melakukan permohonan maaf pun banyak yang merespon hal itu semacam Lebaran. Maaf dengan satu kata itu, tidak harus diucapkan hanya pada saat momen Lebaran saja, tetapi seperti di atas, saat kita sudah merasa bersalah, maka cobalah untuk segera meminta maaf. Maaf kata yang memiliki segudang makna, sungguh indah dapat mengobati luka dalam rongga jiwa. Maka jangan malu serta ragu untuk mengatakan maaf.

Ya Allah,
Ketika aku melakukan kesalahan kepada orang lain, anugerahkanlah aku kekuatan untuk meminta kemaafan,
Manakala di waktu orang melakukan kesalahan kepadaku, anugerahkanlah aku kekuatan untuk memberi kemaafan.
(kata-kata ini saya kutip dari frandafashion.com)

"Sesungguhnya dibalik kata MAAF, ada janji untuk lebih baik dan tak mengulangi KESALAHAN yang sama". (anonim)

Maaf, jika selama ini saya menulis di blog pribadi ini banyak kesalahan. Kesempurnaan hanya milik Allah semata, dalam diri saya banyak sekali kesalahan. Mohon maaf sekali lagi kepada pembaca blog saya ini. Terima kasih :)

Desy yang mempunyai banyak kesalahan dan mengharap diberikan pintu maaf, 
Albstadt, Germany

Wednesday, January 29, 2014

Meine Freunde in Sprachkurs

Secara tiba-tiba terbesit mau menceritakan pengalaman saya ikut kursus bahasa Jerman di salah satu lembaga bahasa di kota sekarang saya tinggal, Albstadt, Jerman. Sekitar bulan April 2013 lalu, orang tua asuh saya di Jerman mendaftarkan saya di sekolah bahasa Jerman. Saya senang sekali, karena bisa belajar bahasa di negaranya langsung dengan pengajar yang benar-benar asli orang Jerman tentunya. Selain itu, biaya kursus disini gratis, biaya kursus ini ditanggung oleh orang tua asuh saya. 

Awal masuk, ternyata saya sudah telat atau tertinggal pelajaran. Ternyata kursus itu sudah di mulai awal bulan Maret. Saya kebetulan mendarat di Jerman akhir Maret. Jadi mau nggak mau kan masuk kursusnya ya bulan April. Tetapi itu tak mengapa, ternyata banyak juga yang telat masuk. Hari pertama saya sempat diantar oleh ibu asuh saya. Maklum saya belum tahu tempatnya dan belum mengerti nanti bagaimana disana. Sesampainya di tempat kursus, sudah ada beberapa orang yang menunggu untuk masuk kelas. Lalu saya berkenalan dengan mereka. Salah satu berasal dari Georgia dan satunya berasal dari Rusia. Ternyata mereka bilang bahasa percakapan saya sudah bagus. Padahal saya masih a i u e o deh kalau ngomong. Tetapi mereka paham dan kami langsung asyik mengobrol kala itu. 

Lalu selama kurang lebih tiga bulan, saya kursus bahasa yang tempatnya di sebuah sekolah bernama Real Schule, Albstadt. Tempat kursus itu menggunakan gedung sekolah tingkat menengah pertama (SMP) jika di Indonesia. Saya senang bisa berkenalan dengan teman-teman les yang dari berbagai negara itu. Kami sama-sama menuntut ilmu bahasa Jerman. Dan jika membuat sebuah dialog percakapan itu yang saya sukai. Karena kami selalu lucu jika berbicara, karena masih menggunakan aksen dari negara kita masing-masing. Teman saya di kelas bahasa ini sekitar delapan orang. Mereka selain dari Georgia dan Rusia, ada yang berasal dari Ghana, Yunani, Peru dan Spanyol. Lucunya, karena saya yang mempunyai body mungil di antara mereka, mereka mengira saya berumur 17 tahun. --_--
mich und meine freunde in Sprachkurs

Setelah tiga bulan lamanya, tidak terasa kursus pun berakhir. Saya lupa bahwa hari itu hari terakhir kita kursus untuk level itu. Kalau saya ingat, pasti saya akan mengusulkan ide untuk bertukar hadiah. Tetapi karena saya benar-benar lupa, maka hal itu tidak terlaksana. Alhasil kami hanya bisa foto bersama. Dari semua yang mengikuti kursus untuk level ini, tidak banyak yang akan melanjutkan ke level berikutnya. Banyak dari mereka yang sudah pindah ke kota lain. Maka kami pun hanya bisa bertegur sapa melalui media sosial. Terakhir, kemarin tanggal 28 Januari 2014, saya mengunjungi salah satu teman yang memang tinggal tidak jauh dari kediaman saya. Dia berasal dari Ghana dan menikah dengan lelaki Jerman dan baru saja dikaruniai seorang putri. Jadi kemarin saya berkunjung ingin melihat bayinya dan bersilaturahmi dengannya.
me with my friend from Ghana n her baby


Senang bisa berkenalan dan berteman dengan orang yang negara, bangsa, suku, agama, bahasa serta budayanya berbeda dengan kita. Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an :
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal..."
(Q.S Al Hujurat 49 : 13)
"Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu, dan kulitmu. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui". (Q.S Ar Ruum : 22)

Albstadt, Germany