Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Sunday, September 22, 2013

New Single JYJ "Only One"

Yey, happy banget deh, akhirnya JYJ (Jaejoong, Yoochun, Junsu)  rilis single terbaru berjudul "Only One". Yap, lagu ini merupakan theme song dari "Incheon Asian Games 2014". Lagu "Only One" diciptakan oleh JYJ bersama-sama, oleh karena itu mereka enjoy banget nyanyiin lagu ini. Musik n lirik dari "Only One" juga easy listening banget. Bawaannya klo denger nih lagu mau ikutan ngedance juga. Mirip sama di MVnya juga, di MV banyak yang mau ikutin dance mereka. Kalo saya bilang musik dari lagu ini mirip juga dengan musik senam SKJ, hehehe. Jadi inget waktu sekolah dulu disuruh buat musik sendiri untuk senam, kalo dulu udah ada lagu "Only One", pasti saya pake lagu ini deh. Soalnya lagu ini emang cocok banget untuk tema sport.

And mereka pastinya juga menjadi duta kegiatan yang bergerak untuk bagian olahraga se-Asia ini lho. Wuihhh mantep dah, udah ganteng, keren, jadi duta sport lagi, hehehe :)
“Ini adalah kabar bahagia, lagu energik cocok untuk sorak-sorai para atlet. Dimana pesannya mendesak para atlet untuk dapat melihat ke depan demi masa depan yang bersinar,” ucap perwakilan JYJ, Warner Music Group yang dilansir Allkpop. 

Menurut saya, di MV Only One ini JYJ tampil fresh banget. Jaejoong yang makin cute n handsome. Yoochun wajahnya berseri-seri, udah putih makin putih tuh muka, (luluran pake susu apa ya dia? hahaha lol) Junsu keliatan makin dewasa juga.

Oh iya kalo yang belum liat MV Only One mereka seperti apa n gimana cakepnya JYJ sekarang, so liat deh sekarang juga!
Klik link-nya disini https://www.youtube.com/watch?v=MDxxhwpvj7c atau bisa juga langsung play mp3 di tampilan blog saya (sebelah kiri bawah).
Happy watching, met nyanyi n ngedance bareng JYJ yah... ^^

Saturday, August 31, 2013

Kota Bersejarah "Dresden"

Setelah sebelumnya saya menulis perjalanan traveling ke Vienna, selanjutnya saya mau bercerita pengalaman saya jalan-jalan ke kota bersejarah di Jerman. Salah satunya adalah Dresden, ibu kota negara bagian Sacshen yang pada saat Perang Dunia II kota ini di bom oleh pasukan Sekutu dan pusat kota historis hancur. Dresden banyak sekali bangunan-bangunan kuno yang bernilai historis. Salah satunya Gereja Frauenkirche yang sempat terkena bom hancur lebur, tetapi di renovasi ulang sepeti bentuk awal pada jaman dulu sebelum perang.


Sebelum bercerita panjang lebar bagaimana liburan saya di Dresden, saya mau flashback perjalanan saya pulang dari Vienna menuju ke Dresden. Saya meninggalkan Vienna tanggal 5 Agustus dan melanjutkan perjalanan menuju Dresden. Kebetulan di Dresden saya akan bertemu dengan teman senior n numpang tidur di wohnungnya (red : tempat tinggal), hehehe. Saya berangkat dari Vienna pukul 13.00 di Bahnhof Wien Melding menuju Praha. Saya ada waktu sekitar 1 jam di Praha menunggu kereta untuk menuju Dresden Haufbahnhof.


Pukul 17.00 saya sampai di ibukota negara Republik Ceko, Praha. Asli, sampai di stasiun Praha saya cengo’ banget. Ya ampun, stasiunnya jadul banget, pikir saya waktu itu. Tapi memang ada nilai historicalnya sih, cuma nggak banget deh. Malah tulisan di stasiun bahasanya aneh, ya bahasa Ceko deh., tambah puyeng liatnya, hahaha. Karena ada waktu menunggu kereta menuju Dresden selama 1 jam, saya berniat keliling sebentar kota Praha. Pas saya turun ke dalam stasiun, nah ini baru oke, stasiun apa mall, termasuk baguslah, ya keliatan banget kalo ini lagi di luar negeri, hahaha. Tapi saya masih khawatir dengan jadwal kereta saya selanjutnya. Ya, saya belum tahu kereta tersebut ada di jalur berapa. Sambil mencari informasi, saya lanjutkan langkah kaki keluar dari stasiun kereta Praha menuju pusat kota. Belum sampai pusat kota, rasa khawatir saya bertambah.

Friday, August 23, 2013

'Tersesat' di Vienna, Austria part 2

Hari kedua di Vienna, tanggal 4 Agustus 2013.

Saya nggak mau menyia-nyiakan waktu untuk hari ini. Hari ini saya mau keliling kota serta mengunjungi beberapa tempat yang sudah di rekomendasikan oleh teman dari India tersebut. Ternyata eh ternyata, hari ini panasnya banget-banget sekitar 38 derajat Celcius. Oh ya, teman dari India itu juga kasih saran untuk beli Vienna Card. Jadi Vienna Card semacam kartu travel seharga 19,9 Euro dengan masa berlaku 72 jam. Fasilitas yang di dapat kalau beli Vienna Card yaitu kita udah free naik subway, tram dan bis. Dan juga ada beberapa museum yang free jika kita mempunyai Vienna Card ini, ada juga yang memberi diskon di beberapa tempat tertentu yang tertera di City Map Vienna. Kartu ini juga bisa di beli di tempat kita menginap langsung. Tapi saya nggak beli kartu ini, karena kalau dipikir saya besok sudah harus pergi dari Vienna. Kan sayang juga sudah beli tapi nggak dipakai.


Sekitar pukul 11 saya berangkat menuju destinasi pertama, yaitu Schloss Schönbrunn. Schloss Schönbrunn merupakan salah satu monumen budaya terpenting di Austria dan sejak 1860-an telah menjadi obyek wisata utama di Vienna. Jika naik subway dari Hutteldorf, naik subway U4 turun di Schönbrunn dengan jarak tempuh 10 menit. Dari stasiun Schönbrunn menuju istananya cukup dekat, jalan kaki sekitar 5 menit. Sesampainya di Schönbrunn, kita akan melihat patung orang yang bergaya ala Mozart dan gaya penjaga istana. Lalu kalau memang mau masuk istana, jangan lupa beli tiket dulu dong. Di Schönbrunn banyak ragam tiket sesuai keinginan kita.
  1. Imperial Tour -> Cukup masuk istana melihat museum yaitu ruang Franz Joseph dan Elisabeth, mengunjungi 22 ruangan dengan harga 11,5 Euro.
  2. Grand Tour -> Masuk istana melihat 40 ruangan museum Franz Joseph dan Elisabeth serta Maria Theresa, seharga 14,5 Euro.
  3. Classic Pass -> Berhak masuk 4 tempat, selain istana museum, bisa masuk ke Privy Garden (Romantic arbour), Gloriette (panorama terrace), serta Irrgarten (viewing platform, taman labirin), seharga 18,5 Euro.
  4. Classic Pass Plus -> sama dengan Classic Pass, hanya ditambah satu destinasi yaitu Apple Strudel Show, jadi kita bisa melihat demo membuat kue apel dan free sample seharga 21,5 Euro.
  5. Gold Pass -> sama dengan no. 4, dengan tambahan destinasi Zoo, Desert Experience House dan Imperial Carriage Museum seharga 39,9 Euro.
  6. Sisi Ticket -> ini yang suka wisata sejarah Sisi, yaitu mengunjungi istana museum, nonton Sissi in the Movies serta mengetahui biografi Sisi seharga 25,5 Euro.



Saya sangat bingung waktu itu harus pilih tiket yang mana. Menurut saya tiket diatas termasuk mahal-mahal, hehehe. Antrian untuk membeli tiket pun sudah seperti ular naga panjangnya bukan kepalang. Saya pun antri dan nggak sengaja melihat seorang cowok yang saya masih ingat wajahnya. Nggak lama dia pun yang negur saya duluan. Ternyata itu cowok yang kemarin di Karlskirche, waktu minta tolong foto, hahaha (jangan-jangan... jodoh, wkwkwkwk). 


'Tersesat' di Vienna, Austria part 1

Tepat tanggal 3 Agustus 2013 lalu saya berkesempatan mengunjungi negara Austria tepatnya di ibu kota Vienna. Negara yang terkenal dengan musik klasiknya, yap siapa lagi kalau bukan Wolfgang Amadeus Mozart atau biasa di kenal dengan nama Mozart. Saya melakukan perjalanan dari tempat tinggal saya di Albstadt, Ebingen Baden-Württemberg, Jerman dengan menggunakan kereta menuju Vienna, Austria. Lumayan, waktu itu saya mendapat tiket kereta murah seharga 49 Euro. Perjalanan Albstadt menuju Vienna memakan waktu kurang lebih 7 jam dengan kereta murah ini. Dipikir-pikir terhitung lama juga, dan saya harus umsteigen (pindah kereta) beberapa kali di stasiun-stasiun besar di Jerman.


Pukul 7 pagi saya bergegas ke Bahnhof dekat rumah. Dengan membawa 1 ransel dan 1 tas koper kecil yang lumayan berat, malah belum sarapan, eh lagi puasa waktu itu, hehehe. Saya sempat berhenti di Ulm Haufbahnhof dan München Haufbahnhof. Ahhh, rasanya mau mampir di Allianz Arena, karena saya belum pernah sama sekali kesana, padahal jarak tempat tinggal saya ke München lumayan dekat. Mungkin lain waktu nanti saya akan kesana juga. Aminn...


Alhamdulillah selama perjalanan di kereta tidak ada masalah, seperti ketinggalan kereta, kereta terlambat atau tiket tidak valid dan sebagainya, semuanya lancar. Hanya saja karena saya tidak booking seat di kereta, alhasil saya duduk di kafe kereta. Jadi ada tempat semacam kafe dan saya duduk disana. Kasian yah...


Sekitar pukul 4 sore saya sampai di Wien Westbahnhof. Sebenarnya saya masih bingung mau menginap dimana. Teman yang tinggal di Vienna merekomendasikan hostel di daerah Hutteldorf. Saya juga sudah mencatat detail alamat serta directions hostel tersebut. yang saya khawatirkan apabila hostel tersebut sudah penuh kamar. Karena saya sama sekali belum booking kamar untuk 2 hari kedepan. Dengan penuh optimis saya bergegas menuju hostel di Hutteldorf itu. Dengan berbekal directions yang saya tulis dari website hostel.com saya ikuti pelan-pelan langkah menuju hostel itu. Saya harus menggunakan subway untuk mencapai hostel tersebut.