Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Sunday, May 26, 2013

May Snow???

Snow, Schnee, Salju.

Saat mendengar kata ini pasti yang terbayang langsung di benak kita adalah rasa dingin. Yup, memang hal itulah yang saya rasakan. Dulu hanya bisa melihat salju di televisi atau di drama2 Korea yang saya pernah berpikir ingin sekali rasanya melihat salju secara langsung atau memegangnya. Dan saat itu saya berangan-angan ingin melihat salju di negara Eropa dan Korea tentunya (karna sambil melihat dramanya, hehehe).


Salju yang berwarna putih itu pada negara-negara yang memiliki empat musim yaitu musim dingin yang hadir sekitar bulan Desember hingga Maret. Atau awal April pun kadang masih bisa merasakan dinginnya salju. Mengapa salju dingin? Sebenarnya salju adalah air seperti hujan, namun air tersebut membentuk partikel uap yang mendingin di udara atas lalu jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk serta berwarna putih. Nah dari proses terbentuknya itu maka salju berbentuk seperti es (seperti di freezer) dan saat salju membeku juga sering kali menjadi pecahan kecil atau kepingan salju. Maka dari itu salju mengeluarkan rasa dingin seperti kita mengambil es di dalam freezer. Terbayang dinginnya kan... ???

Sunday, May 19, 2013

Au-pair in Germany = Learn New Things in Germany

Hal baru.

Sesuatu yang baru pasti akan asing diawal. Seperti halnya perkenalan, diawal kita malu-malu untuk bertanya kepada orang yang baru kita temui. Tetapi setelah beberapa pertemuan, mungkin kita akan terbiasa karena sudah mengenal satu sama lain, berbincang-bincang agar lebih dekat. Setelah itu sudah semakin dekat kita tahu orang itu seperti apa, baik atau tidak. Begitu pula mempelajari hal baru dalam kehidupan yang pada awalnya juga asing.
Memang pelajaran kehidupan tiada habisnya. Selalu ada hal-hal baru yang mesti kita ketahui atau mungkin kita coba untuk kebaikan tentunya dan kita petik hikmah setelahnya. Lalu setelah kita petik hikmahnya maka kita akan berpikir begitulah ternyata hal baru itu. Sudah kita ketahui, coba dan rasakan, terakhir mengambil pelajaran dari hal baru tersebut.


Dan itu ternyata saya rasakan sekarang. Saya tak menyangka akhirnya bisa mempelajari banyak hal baru di negara ini. Mungkin banyak yang bertanya, "Ngapain Des ke Jerman? Lanjutin S2 ya? Kerja ya?," itu bagi yang belum mengetahui tujuan Desy ke Jerman. Lalu kalau yang sudah tahu, berbeda lagi pertanyaannya. "Au pair Des? Ngapain aja? Oh 'cuma jagain anak' doang, kayak baby sitter dong, atau ngapain bantu-bantu pekerjaan rumah tangga jauh-jauh ke Jerman, di Indonesia juga bisa". Banyak sekali yang penasaran mempelajari hal baru apa sih saya di Jerman?

Wednesday, May 1, 2013

Happy Birthday Mom... ^__^

Today is holiday in Germany. Saya baru tahu lho, ternyata disini setiap tanggal 1 Mei adalah tanggal merah. Dan itu artinya semua orang yang bekerja diliburkan. Mengapa libur? Saya juga baru tahu (lihat kalender Jerman n tanya Gastfamilie) kalau hari ini biasa disebut Maifeiertag. Tak tahu apa arti dari istilah itu, info yang saya dapat dari Gastfamilie, bahwa hari ini sama seperti di Indonesia yaitu memperingati hari kerja juga. Kalau di Indonesia kan Hari Buruh Nasional, nah di Jerman juga miriplah. Tapi sayangnya ya, di Indonesia ga tanggal merah alias ga diliburkan yang sekolah dan kerja, hehehe (ngarep.com).



Nah, selain itu, tanggal 1 Mei 2013 ini adalah hari kelahiran Mama. Wah, Mama sudah berulang tahun lagi nih. Yang ke berapa ya Ma? (ga usah disebut ya Ma, hehehe). Selamat ulang tahun mama. Dan ini kesekian kalinya Mama ultah tapi Desy ga ada disamping Mama. Sedih, pasti. Biasanya Desy ngucapin ultah ke Mama langsung ya. Dulu saat Desy kuliah di Bandung dan itu masih terbilang dekat jarak antara kita berdua, ya Jakarta-Bandung. Tapi kali ini, so far Mom, Jakarta-Jerman. Tapi, yang terpenting adalah bukan kehadiran Desy di depan Mama untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, doalah yang Desy bisa berikan untuk Mama. Yang dapat Desy lakukan sekarang hanyalah sebatas doa dan Desy akan buktikan ke Mama berjuang sekeras mungkin untuk menjadi kebanggaan Mama.



Desy ingat sekali Mama berjuang demi hidup Desy hingga sampai sekarang ini. Mama berjuang sendiri dari Desy kecil dan mengajarkan Desy banyak hal yang sebelumnya Desy tidak tahu. Sekarang Desy tahu mengapa dulu Mama pernah bilang ke Desy, "Kalau mau disenangi orang siapa pun, dimana pun, kita harus baik sama orang itu, jujur dan santun, jika kita baik, maka orang itu akan baik sama kita". Dan itu benar sekali Ma, Desy sudah buktikan, alhamdulillah disini Desy selalu dipertemukan oleh orang yang baik. Dari mulai Desy TK, sekolah dasar, SMP, SMA hingga kuliah Mama-lah yang membiayai semua itu. Alhamdulillah walaupun kuliah Desy mendapat beasiswa, tapi Mama tetap berjuang demi Desy. Maaf Ma, Desy belum bisa membalas semua perjuangan Mama, dan apapun yang Desy kasih ke Mama sepertinya tak akan sanggup membalas semua pengorbanan Mama. 

Sunday, April 28, 2013

Jejak Langkah Menuju Impian

Saat saya menulis ini, tepat 1 bulan sudah saya merasakan aroma kesejukan tanah kelahiran Hitler dan menurut saya negara ini sangat disiplin yang membuat saya berdecak kagum. Yup, i'm in Germany. Dalam hati ini masih tak menyangka, akhirnya saya bisa di sini, makan, tidur, ibadah, bersosialisasi di negara ini. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya, inilah impian saya, tinggal di negara se-makmur dan maju ini hanya mimpi belaka tadinya. Tapi ternyata Allah memang Maha Agung, Maha SegalaNya, kita meminta, maka Allah akan mendengar doa kita dan menjawabnya. Insya Allah.


Berawal dari selembar kertas berisi gambaran bagaimana negara Jerman, ya saya mendapat brosur mengenai tempat kursus bahasa Jerman. Itu saya dapatkan ketika saya sedang kuliah di Jatinangor, Bandung. Saya sangat tertarik dengan program homestay atau kita bisa tinggal di Jerman dengan orang Jerman langsung. Lalu saya mengikuti kursus bahasa Jerman itu. Setelah mengikuti kursus, ternyata untuk bisa ke Jerman dengan program homestay, saya harus mengikuti ujian tingkat dasar bahasa Jerman. Setelah lulus kuliah pada Mei 2012 lalu, saya bertekad tahun itu juga saya harus bisa homestay. Tetapi saya harus sedikit bersabar, karena itu bukan hal yang mudah. Banyak yang harus dipikirkan lebih matang. Terutama uang untuk tiket pesawat ke negara tersebut. Belum lagi untuk visa serta biaya ujian yang terbilang cukup lumayan.


Pada Agustus 2012, saya melakukan ujian tingkat A1 di Goethe Institut Jakarta. Alhamdulillah saya lulus dengan rasa dag dig dug yang bercampur aduk karena takut sekali tidak lulus. Setelah lulus, saya mulai mengumpulkan uang untuk kesana. Sambil mencari keluarga asuh yang bisa menampung saya di Jerman. Sampai pada saat bulan Desember 2012 saya mendapat kabar dari seorang teman sekaligus dialah yang membantu saya. Ya, dia kak Mawaddah yang akan saya gantikan jejaknya di Jerman dengan keluarga asuh yang sama. Karena bulan Maret dia harus balik ke Indonesia.