Blogger Widgets Assalamu'alaykum, Willkommen, 안녕하세요, Selamat datang di Blog Desy!

Total Pageviews

Sunday, March 15, 2015

Seuntai Rindu Untukmu, Mama




Tiba-tiba setelah berskype ria bersama mama, terbesit di pikiran untuk menuliskannya walau hanya beberapa bait. Semoga dengan terucapnya kata-kata melalui tulisan ini dapat mengobati kerinduan di hati.


Saat jarak memisahkan, beribu-ribu kilometer jauhnya hingga menelusuri berbagai benua.
Dirimu yang berada di lintasan khatulistiwa sedangkan diriku di benua biru Eropa.
Waktu yang berbeda, namun hati kita tetap menyatu.
Hanya melalui kecanggihan teknologi diri ini bisa berbincang denganmu.
Bahkan dengan senangnya bisa melihat raut wajahmu.

Walau tak mampu kubersimpuh serta memelukmu,
Doa selalu kupanjatkan untukmu
Berharap bahwa dirimu sehat selalu
Kukirim seuntai rindu untukmu,
Dari diriku yang teramat mencintaimu.

Gmunden, 15 Maret 2015


Saturday, March 14, 2015

Buku Kedua, Kisah Awal Menulis


"Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari." --Pramoedya Ananta Toer

Jika dicerna lebih dalam lagi dari quote di atas, memang benar adanya. Seperti gajah yang mati meninggalkan gading, begitulah peribahasa yang tepat. Lalu bagaimana dengan manusia? Manusia meninggalkan nama. Namun, nama seperti apa yang akan dikenang oleh orang lain tentang diri kita? Maukah nama dari diri kita dikecam buruk oleh orang lain yang akan selalu terkenang? Tentunya pasti hanya nama baik yang ingin dikenang. Nama baik pun yang seperti apa?

Selain nama baik yang terkenang, terbesitkah di pikiran, bahwa sebuah kata-kata yang dituturkan dalam untaian tulisan akan membuat kita menjadi lebih abadi? Siapa yang tak senang jika untaian tulisan kita dibaca oleh banyak orang? Bahkan bermanfaat untuk orang lain? Masya Allah, saya rasa tentu dari tulisan yang dibuat oleh seorang penulis jika dibaca serta bermanfaat untuk orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir walaupun jasad sudah tiada. Namun karya yang dibuat akan tetap abadi. Indah banget, kan?

Motivasi itulah yang menjadikan saya untuk tetap semangat menulis. Apa pun yang bisa saya tulis maka saya mulai langkahkan jemari untuk menulis. Walaupun masih banyak kekurangan, saya tetap belajar serta memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengikuti event kepenulisan. Belum mampu membuat karya pribadi, maka saya unjuk diri dengan mengoleksi buku bersama penulis lain. Melalui event kepenulisan, saya juga banyak belajar. Calon penulis akan diminta menulis dengan tema yang ditentukan. Karena ini merupakan kompetisi, tentu saja ada yang menang dan kalah. Yang menang, karyanya akan dibukukan bersama penulis lain (dalam hal ini kontributor). Yang kalah, tidak perlu berkecil hati, karena ini menjadi obor api semangat bahwa harus menulis lebih baik lagi.

Alhamdulillah, dari salah satu event yang saya ikuti, ada nama saya tertera sebagai kontributor. Senang rasanya bisa turut berbagi pengalaman dalam sebuah cerita yang akhirnya dibukukan. Buku kedua saya ini, berjudul "Kisah Awal Menulis". Sebenarnya ini buku ketiga, karena ada buku kedua yang juga antologi cerpen tetapi dari pihak penerbit tidak ada kabar lanjut mengenai buku tersebut. Namun tidak mengurangi rasa happy saya, buku ini yang sudah terbit lebih dulu, maka ini buku kedua bagi saya.


"Kisah Awal Menulis" adalah kisah di mana para penulis memulai jejaknya sebagai seorang penulis. Menuturkan perjalanan yang penuh liku serta memutuskan menjadi seorang penulis. Memotivasi bagi yang baru memulai untuk menulis dan ingin menjadi penulis. Kisah saya pribadi dengan judul "Warnai Dunia dengan Menulis" ikut turut serta di buku ini. Dari awal ketertarikan saya di dunia menulis hingga bermimpi ingin mewarnai dunia hanya dengan menulis. Lalu apakah mimpi itu terwujud? Temukan jawabannya di buku ini, hehehe. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Indie AE Publishing. Saya bergabung grup kepenulisan di Facebook yaitu Antologi Es Campur. Buku ini sudah bisa dipesan dan ada tahap pemesanan yang harganya jauh lebih murah.

Yuk, diorder bukunya! Masa pre order buku dari tanggal 14-22 Maret 2015 (hanya satu minggu)
Judul Buku : Kisah Awal Menulis
Penulis : Sutrisno G. Alfarizi, dkk
Jenis buku : Kumpulan cerpen (Flash True Story)
ISBN 978-602-1189-32-0
Harga Rp 48.000,-
Harga masa pre order hanya Rp 44.000,-
Ongkos kirim: 
Jawa : 1-2 eks Rp 15.000,-
Luar Jawa : 1 eks Rp 17.000,-, 2 eks Rp 20.000,-
Beli 10 eks free ongkir ke seluruh Indonesia!

Yang mau order bisa hubungi saya via Line: desyalfiana atau Facebook Desy Alfiana

Hayoo... tunggu apalagi? Grab it fast!

Semoga "Kisah Awal Menulis" bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya. Dapat memotivasi untuk terus berkarya dalam hal menulis. Menulis tak hanya menuangkan ide brilian ke dalam suatu tayangan cerita di atas kertas, namun menelusuri hasil tayangan tersebut berkenan di hati para pembacanya. Tetap semangat berkarya, mari warnai dunia dengan menulis.

-Desy Alfiana-

Gmunden, 13 Maret 2015

Saturday, February 28, 2015

Istana Negeri Dongeng di Jerman


Suka cerita dongeng? Pasti tahu dong cerita “Sleeping Beauty” atau Putri Tidur? Putri tertidur bertahun-tahun lamanya di sebuah istana megah. Siapa menyangka bahwa ada istana atau kastil bak di negeri dongeng tersebut ternyata asli ada di dunia? Dan itu benar-benar ada, tepatnya di negara Jerman.

Sommer Urlaub (liburan musim panas) tahun 2014 lalu berpetualang kembali menjelajah Eropa selama dua minggu. Hasil kunjungan pertama (rencana dadakan) yaitu mengunjungi kastil ternama di Jerman, yang 'katanya' bak di negeri dongeng (tapi asli, keren banget!). Karena rencana dadakan, butuh tempat untuk menitipkan koper. Alhasil perjalanan dari Albstadt ke München selama kurang lebih 3 jam menggunakan kereta, maka sesampainya di München Hbf (train station) langsung menghubungi teman di München sebagai sasaran utama penitipan barang, hihihi danke (terima kasih). Dan tanpa disengaja bertemu teman lain yang sedang liburan di München. Lalu tanpa pikir panjang langsung mau nimbrung ikut ke kastil, hahaha (kastilnya emang keren, jadi langsung memikat hati orang, lebay!)

Bicara sejarah tentang kastil sedikit nih, ternyata Walt Disney terinspirasi dengan kastil sungguhan yang ada di Jerman untuk membuat Disneyland Castle. Hingga logo Disney yang menggambarkan kastil, itu mirip sekali dengan kastil yang ada di Jerman ini. Kastil atau istana tersebut bernama Neuschwanstein Castle. Terletak di kota Füssen, negara bagian Bayern, Jerman. Neuschwanstein Castle merupakan kastil yang dibangun pada abad ke-19 saat kepemimpinan Raja Ludwig II. Kastil ini sungguh  mengagumkan dan memang menjadi lokasi tujuan utama para wisatawan asing yang berkunjung ke kota München, Jerman.

Saturday, February 14, 2015

Buku Pertamaku: Surat untuk Penghuni Surga

Saya dilahirkan bukan dari keluarga pecinta sastra. Orang tua saya juga bukan penulis. Walaupun demikian, berawal dari hobi membaca dan berniat untuk menghasilkan karya yang bisa dibaca oleh banyak orang salah satu caranya adalah dengan menulis. Awalnya saat diri ini masih kecil, suka baca majalah "Bobo". Yang dulu masa kecilnya bahagia pasti tahu majalah anak-anak ini. Ada cerita keluarga Bobo, cerita Nirmala dan Negeri Dongeng serta masih banyak lagi. Lalu pernah terpikir, seru juga kalau bisa menulis cerita atau apapun yang bisa dibaca banyak orang. Menginjak remaja saya ganti langganan majalahnya. Lalu beralih ke tabloid Fantasi yang di dalamnya ada rubrik cerpen dan pembaca bisa juga mengirimkan naskahnya. Sayangnya, saya yang masih sangat amatiran mencoba berulang kali mengirim cerpen tetapi hasilnya nihil alias selalu ditolak. Saat itu saya hanya berbekal ide yang saya punya untuk menulis. Membaca karya orang lain menjadi salah satu cara efektif bagi saya untuk belajar menulis. Karena saya belum bisa mengikuti pelatihan menulis yang diharuskan membayar dengan biaya tentunya tidak murah. 

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Saat saya duduk di sekolah menengah pertama, ada satu ekstrakurikuler kording (koran dinding). Wah, saya bukan main senangnya minta ampun. Saya langsung ikut mendaftar dan aktif berbagai kegiatannya. Dari situlah saya belajar menulis bagaimana teknik menulis yang baik, walaupun hingga sekarang saya masih sering salah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan. Namun, terkadang menulis itu tergantung mood. Kalau mood lagi baik, ide mengalir begitu lancar. Tapi kalau mood lagi buruk, sama sekali nggak mau nulis. Boro-boro mau nulis, melihat MS. Word saja sudah nggak mau, hehehe.

Seiring beriringnya waktu, saya semakin ketagihan dalam bidang ini. Sejak adanya blog, itu sedikit membantu bagi yang tulisannya ingin dibaca banyak orang. Makanya saya juga aktif menulis blog walaupun isinya masih jauh dari sempurna. Saya selalu berusaha ingin menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Apalah arti tulisan dibaca banyak orang tetapi itu sebuah hal yang tidak bermanfaat, bahkan terlebih menyesatkan. Na'udzubillah min dzalik.